Penerimaan Diri

 Oleh : Rina Rahmatika, M.Psi., Psikolog.


Penerimaan meyeluruh tetang diri sendiri secara objektif, baik itu sifat yang negatif maupun positif. 

Penerimaan diri itu..
BUKAN memasrahkan diri dan kemudian tidak melakukan apapun untuk mejadi lebih baik.
BUKAN tentang menilai diri kita baik atau buruk, tapi menyadari bahwa ada hal baik dan buruh=k dan kita menerimanya. 

Berbeda dengan penigkatan kualitas diri. 

Apa bedanya dengan Self Esteem (keberhagaan diri)?
Keberhagaan diri (Self Esteem) adalah persepsi individu tentang kekuatan-kekuatan yang dimiliki dalam diri, dan tentang citra diri yang positif.
Penerimaan diri (Self Acceptence), konsepnya lebih dalam, yaitu menerima diri tanpa harus bergantung pada situasi eksternal, ataupun pencapaian/prestasi yang dimiliki.

Yang mempengaruhi penerimaan diri
 1. Penilaian dari lingkungan sosial terutama orang-orang terdekat.
 2. Citra yang telah terbentuk sejak kecil
 3. Media, terutama saat ini social media

Gimana caranya supaya kita bisa "Menerima Diri"?
 1. Sayangi diri, maafkan diri, kemudian hindari kritik dan penilaian buruk terhadap diri
 2. Ketika menghadapi masalah, bersedia menerima dengan bertahan dan fokus pada hal-hal yang pentig untuk diri kita.
 3. Emosi ada untuk dirasakan karena emosi memberikan sinyal tentang apa yang kita butuhkan dalam hidup kita. Contoh : senang diberi perhatian, sehingga tahu bahwa kita butuh perhatian.
 4. Hindari konsep tentang kesempurnaan diri karena tidak ada manusia yang sempurna.
 5. Hindari membandingkan diri dengan orang lain.

Kalau Self Acceptance kita baik, maka...
Manfaatnya..
 1. Mampu untuk mengatur emosi (baik positif/negatif) dengan lebih baik
 2. Sejahtera secara psikologis
 3. Terhindar dari potensi gangguan psikologis atau psikiatrik
 4. Merasa lebih bebas untuk mengekspresikan diri
 5. Lebih menyayangi dan menghormati diri sendiri
 6. Meningkatkan keberhagaan diri
 7. Lebih mandiri dan otonom terhadap hidup
 8. Mampu mengambil resiko dan tidak terlalu takut pada kegagalan.


Sumber : IG Insightpsikologi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar