Belajar Membuka Diri terhadap Kerapuhan

 Dari penelitian : Prof Brene Brown, The Power of Vulnerability


Banyak dari kita yang memilih untuk tidak menceritakan kesulitan yang sedang dihadapi, kegagalan, kekurangan diri, atau emosi-emosi tidak nyaman yang sedangn dirasakan kepada orang lain. Barangkali karena perasaan takut terhadap pikiran dan penilaian orang lain atau merasa malu untuk bercerita.

Pengalaman ini terkait dengan kerapuhan atau vulnerability. Ternyata, pengalaman karapuhan dialami oleh semua orang. 

Apa itu Kerapuhan atau Vulnerability?
Prof Brene Brown mendeskripsikan kerapuhan atau vulnerability sebagai pengalaman ketika diri menghadapi ketidakpastian, ketika diri dihadapkan dengan risiko, dan ketika emosi diri terlihat.
Kerapuhan atau vulnerability bukan berarti menceritakan semua masalah secara detail tanpa boundaries atau bebas mengungkapkan segala emosi kepada orang lain. Namun, menunjukkan kerapuhan memerlukan boundaries dan rasa percaya yang harus diraih.

Kerapuhan atau vulnerability adalah berani menghadapi keadaan dan emosi tidak nyaman bukan menghindar atau lari dari keadaan dan emosi tidak nyaman.

Kerapuhan atau vulnerability juga merupakan tempat lahirnya keberanian, kebahagiaan, kreativitas, empati, dan cinta.
Ketika belajar menerima kerapuhan, kita membuka diri terhadap kebahagiaan, kreativitas, keberanian, empati, dan cinta.

Bagaimana contoh membuka diri terhadap kerapuhan?
 1. Mengatakan sayang pada pasangan atau keluarga
 2. Mencoba hal baru untuk pertama kali, yang belum tentu berhasil untuk dilakukan
 3. Meminta bantuan orang lain
 4. Mengajak gebetan kencan untuk pertama kali
 5. Memecat orang di tempat kerja
 6. Meminta bantuan orang lain.

Bagaimana belajar membuka diri terhadap kerapuhan?
 1. Belajar untuk berani mengungkapkan hal yang dibutuhkan dan diiginkan
 2. Bersedia mengekspresikan perasaan yang sesungguhnya dengan menyadari boundaries
 3. Terapkan mindfulness : hadir saat ini dan di sini
 4. Lepaskan perasaan khawatir akan pikiran atau penilaian orang lain.

Embracing our vulnerabilities is risky but not nearly as dangerous as giving up on love and belonging and joy - the experiences that make us most vulnerable
Brene Brown

Sumber : IG Psylution

Tidak ada komentar:

Posting Komentar