Sukses Mendidik Anak

Anak adalah kewajiban besar dan amanat dari Allah yang harus diperhatikan oleh seorang hamba-Nya. 

(QS. Al-Anfal : 28) yaitu "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul dan jangan pula mengkhianati amanah kalian sedang kalian mengetahui".

(QS. Asy-Syura : 49) yaitu "Milik Allahlah langit dan bumi. Allah memberikan keturunan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya anak perempuan dan kepada siapa saja yang Allah kehendaki anak laki-laki".

 

Anak merupakan amanah dari Allah, serta sebagai ujian dan cobaan bagi orang tua. Sehingga hamba-Nya tidak boleh menyia-nyiakan tanggung jawab. Cara menjaganya dan mendidiknya yaitu Ajarkan ADAB

Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata "Ajarkan anakmu adab, karena engkau akan ditanya tentang anakmu; apa yang engkau telah ajarkan kepadanya. Dan ia pun akan ditanya tentang bakti dan ketaatannya kepadamu” (sumber: Sunanul Kubra, kry. Al-Baihaqi, No 5301).


Pondasi/penopang yang harus diperhatikan orang tua agar harapan bisa terealisasikan :

1.       Istri Solehah. Kamu sebagai istri, istiqomah dan takwa lah. Jadilah madrasah pertama untuk anakmu.

2.       Doa. Doakan dari sebelum memiliki keturunan hingga setelahnya. Orang tua berdoa memiliki anak yang soleh dan solehah, selalu diberikan hidayah, keistiqamahan serta keteguhan di atas agama Allah.

(QS. Ash Shaffat : 100) “Wahai Rabbku karuniakanlah kepadaku anak-anak yang shalih

(QS. Ibrahim : 40) “Wahai Rabbku, jadikanlah aku orang yang menegakkan shalat dan begitu juga keturunanku”.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “tiga doa yang diijabahkan tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang didzalimi” (Tirmidzi dalam Al-Jami No. 1905)

3.       Memberi nama yang baik. Nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman (dikeluarkan oleh Muslim dalam shahihnya, No. 2132).

4.       Adil.Bertakwalah kepada Allah dan berbuat adillah kepada anak-anakmu!” Ini merupakan peringatan keras dari kecondongan dan kezhaliman terhadap anak-anak, dan penjelasan faktor yang menyebabkan tidak berbaktinya anak, sikap saling bermusuhan dan membeci sesama saudara.

5.       Kelembutan dan kasih sayang. Ini wajib dimulai sejak mereka berusia dini. Nabi shallallahu alaihi wa sallam, mencium Hasan Bin Ali radhiyallahu anhu sedangkan Aqra’ Bin Habis radhiyallahu anhu ada di sisi beliau dan berkata “Ali memiliki sepuluh anak, tidaklah aku menciumi seorangpun dari mereka”. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun memandangnya sambil berkata “Barang siapa yang tidak mengasihi ia tidak akan dikasihi” (Bukhari No. 5997 dan Muslim No. 2594).

6.       Nasehat dan pengarahan. Orang tua menjauhkan anaknya dari setiap potensi yang dapat merusak akhlak dan agamanya seperti mendengar musik, channel tv yang berbahaya, alat-alat yang diharamkan serta berhati-hati untuk ke tempat hiburan yang diharamkan.

7.       Teman yang baik. Mengawasi anak dalam pergaulan dan pertemanan termasuk dari sebesar-besar penopang yang wajib diperhatikan. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Permisalan teman yang shalih dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi, kalau ia tidak membarimu bagian darinya, engkau akan mendapatkan wangi darinya. Sedangkan pandai besi kalau bajumu tidak terkena percikan api, engkau akan mendapatkan bau yang tak sedap” (Bukhari No.5534 dan Muslim No.2628).

8.       Keteladanan yang baik. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya.

 

Seperti itulah pondasi/penopang yang akan membantu dalam mendidik anak, dalam membantu mengajarkan adab dan sopan santun. Dalam kehidupan dunia, anak insya Allah akan menjadi anak shalih yang berbakti kepada orang tua, memelihara dan menjauhi durhaka. Setelah orang tua meninggal dunia, maka anaknya akan bersungguh-sungguh mendoakan kebaikan untuk orang tua. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Apabila anak adam meninggal dunia mak terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan kebaikan untuknya” (Muslim No.1631).

 

 

(Sumber tulisan : Sukses Mendidik Anak – Syeikh Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr)

 

 

 

 

 

 


Mental Health

 Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kesehatan Mental adalah keadaan sejahtera sehingga setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Mereka dapat mengatasi tekanan, tetap produktif dan bermanfaat, dan mampu berkontribusi dalam komunitas. Kesehatan mental bersifat personal.


Gangguan Mental itu apa?
Menurut website alodokter.com, gangguan mental atau jiwa merupakan penyakit yang berkaitan secara langsung dengan emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Kondisi ini bisa ringan, sedang, dan berat ditentukan berdasarkan seberapa jauh dampaknya terhadap fungsi harian seseorang. Sama halnya dengan penyakit fisik, gangguan mental juga dapat disembuhkan. 

Skizofrenia
Ditandai dengan adanya halusinasi, delusi/waham gangguan pada pikiran, pembicaraan dan perilaku serta emosi yang tidak sesuai.

Depresi
Depresi dapat ditandai dengan munculnya perasaan yang sedih dan kehilangan minat terhadap segala hal. Gejala lainnya juga dapat berupa lelah dan nyeri berkepanjangan dan gangguan pola makan dan tidur. Jika tidak segera ditangani, bunuh diri dapat terjadi.

Gangguan Bipolar
Perubahan mood yang naik turun dan kekhawatiran tanpa sebab yang jelas menjadi beberapa ciri gangguan ini. Mood yang meningkat ditandai dengan ide dan energi yang berlebih. Secara tiba-tiba juga dapat terjadi penurunan mood atau depresi.

Cara Meningkatkan Kesadaran Tentang Kesehatan Mental.
Sampai saat ini Kesehatan Mental seperti disepelekan dan belum diberikan perhatian khusus oleh masyarakat. Kurangnya kesadaran ini biasanya bisa menimbulkan perlakuan yang salah terhadap penderita Gangguan Mental. Salah satunya yaitu adanya stigma bahwa Gangguan Mental sering dikaitkan dengan hal yang negatif. Padahal, hal ini dapat membuat penderitanya tidak nyaman bertemu dengan orang lain.

Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya Kesehatan Mental, kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan seperti promotif (mempromosikan Kesehatan Mental kepada masyarakat), preventif (melakukan pencegahan), dan kuratif (memberikan pelayanan kesehatan seperti psikoterapi).

 
-----

Referensi :

- Wulandari, Resty. 2021. Fenomena Toxic Relationship Dalam Pacaran Pada Mahasiswa Univ Sriwijaya
- www.seributujuan.id/id/apa-itu-kesehatan-mental
- www.alodokter.com/kesehatan-mental

Sumber : IG Bincangpsikologi

Sociopaths dan Psychopaths

 Sociopaths

1. Memahami bahwa apa yang dilakukan salah, tetapi merasionalisasi perilaku tersebut
2. Memperlihatkan dengan jelas bahwa mereka tidak peduli tentang perasaan orang lain
3. Sulit untuk mempertahankan pekerjaan tetap dan kehidupan berkeluarga
4. Menunjukkan tindakan yang impulsif dan agresif
5. Cenderung kesulitan dalam membentuk ikatan emosional dengan individu lain.

Psychopaths 
1. Tidak melihat tindaka mereka sebagai suatu perilaku yang salah
2. Berpura-pura peduli terhadap orang lain
3. Dapat mempertahankan kehidupan normal untuk menutupi kejahatannya
4. Cendering lebih berhati-hati dalam bertidak
5. Tidak mampu sama sekali untuk membentuk keterikatan emosional dengan individu lain.

Lalu, yang mana yang lebih berbahaya?
Baik sociopaths maupun psychopaths dapat memberikan risiko bagi masyarakat. Namun, psychopaths kemugkia merupakan gangguan yang lebih berbahaya karea mereka lebih tidak merasa bersalah terhadap tindakan mereka.

Bagaimana pun, tidak semua orang yang dengan gangguan sociopaths atau psychopaths adalah orang yang jahat. Banyak orag dengan gangguan tersebut yang tidak pernah menyakiti orang lain atau bertindak kasar.

Mitos tentang sociopathhs dan psychopaths :
1. Orang dengan sociopaths dan psychopats selalu melakukan kekerasan
Meskipun orang dengan kondisi ini lebih cenderung melakukan kekerasan daripada orang lain, hal tersebut tidaklah selalu terjadi. Penelitian dari tahun 2020 menemukan bahwa orang-orang tertentu dengan gangguan ii mampu menghambat kecenderungan kekerasan yang akan mereka lakukan.
2. Penjara peuh dengan psikol=pat
Orang psikopat diperkirakan lebih mungkin untuk melakukan tidakan kriminal dibandingkan dengan orang lain. Namun, hanya sekitar 20% orang di penjara yang memiliki sifat psikopat.


Apakah gangguan sociopathhs dan psychopaths bawaan dari lahir?
Peneliti psikologi umumnya percaya bahwa psychopaths cenderung bawaan lahir dan terkait dengan perbedaan fisiologis otak. Sementara sociopaths umumnya terbentuk karengan lingkungan individu tersebut.

Kedua gangguan tersebut tergabung dalam Anti-Social Personality Disorder (ASPD).


----
Referensi :
1. Good Therapy (2021). Psychopaths vs Sosiopath.
2. Jewell, tim (2018) Sociopath
3. Metal Health of America of Eastern Missouri (n.d). Psychopath vs Sociopath

Sumber : IG Psylution

Gangguan Bipolar

 Gangguan Bipolar merupakan suatu bentuk gangguan uyang terjadi pada kondisi suasana hati yang berubah-ubah secara ekstrem pada penderitanya. 


Menurut WHO, Gangguan Bipolar merupakan gangguan yang paling tinggi dengan sekitar 5,7 juta jiwa penderita dan menyebabkan gangguan disabilitas mental ke-6 di dunia, atau sekitar 1% dari seluruh populasi di seluruh dunia. Lebih dari itu, sebanyak 25-50% penderita gangguan bipolar pernah melakukan percobaan bunuh diri paling sedikit sekali selama hidupnya. 

Faktor yang memengaruhi Gangguan Bipolar :
  1. Faktor biologis
  2. Faktor psikologis
  3. Faktor lingkungan
  4. Faktor genetik (cukup berperan besar dalam penderita yang mengalami gangguan bipolar).

Beberapa MITOS mengenai Gangguan Bipolar :
  1. Gangguan Bipolar hanyalah perubahan mood yang dialami oleh semua orang
  2. Gangguan Bipolar dapat disembuhkan melalui pola makan dan olahraga
  3. Orang dengan Gangguan Bipolar selalu mengalami manik atau depresi
  4. Semua obat sama untuk Gangguan Bipolar

Beberapa FAKTA mengenai Gangguan Bipolar :
  1. Orang dengan gangguan bipolar mengalami perubahan ekstrim dalam energi, aktivitas, dan tidur yang tidak biasa bagi mereka.
  2. Gangguan Bipolar merupakan gangguan seumur hidup dan hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkannya. Namun, hal ini dapat dibantu dengan pengobatan dan terapi bicara, serta menghindari stres berlebihan dengan mempertahankan pola tidur, makan, dan olahraga yang teratur.
  3. Orang dengan gangguan bipolar dapat mengalami suasana hati yang seimbang dalam waktu lama yang disebut euthymia.
  4. Perlu beberapa kali trial and error untuk menemukan obat yang cocol untuk seseorang dengan Gangguan Bipolar. Setiap orang akan memiliki diagnosa yang berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan.


-----

Referensi :

- Healthline.com, (2019), Please Stop Believing These 8 Harmful Bipolar Disorder Myths, Retriever from www.healthline.com
- Widiati, E (2021), INTERVENSI PADA REMAJA DENGAN GANGGUAN BIPOLAR : KAJIAN LITERATUR, Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ); Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol. 9 No.1 Hal 79-94
- Yayasanpulih.org (2020), Mengenal Bipolar Disorder, Retrieved from www.yayasanpulih.ord/2020/08/mengenai-bipolar-disorder/


Sumber : IG Psylution.id



Inner Child

  Apa itu 'Inner Child'??

Inner Child merupakan bagian dari alam bawah sadar seseorang yang telah menerima pesan jauh sebelum ia dapat sepenuhnya memproses apa yang sedang terjadi baik secara mental maupun emosional. 

Inner Child menyimpan emosi, kenangan, dan keyakinan dari masa lalu serta harapan dan impian untuk masa depan.

Dampak luka Inner Child  timbul perilaku tantrum, kesulitan dalam berteman, dan curiga dengan orang lain. Pada pola pengasuhan selanjutnya, anak dengan luka Inner Child  yang telah menjadi orang tua cenderung mengalami emosi meledak-ledak pada anaknya, menjadi terlalu memanjakan, atau terlalu protektif. 

________

Sumber : IG Klinikpsikolog



Gangguan Kepribadian Histrionik

 Gangguan Kepribadian Histrionik merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola DRAMATISASI DIRI jangka panjang, dimana individu menarik perhatian pada diri mereka, bereaksi berlebihan terhadap peristiwa kecil dan manipulatif.


Individu yang mengalami Gangguan Kepribadian Histrionik tampak dangkal, egosentris, tidak pengertian, menuntut, sangat bergantung pada orang lain, dan tidak berdaya.
Gangguan ini hanya dapat didiagnosis oleh psikolog atau psikiater. 



Ciri-ciri individu yang mengalami Gangguan Kepribadian Histrionik yaitu :
1. Merasa tidak dihargai ketika mereka tidak menjadi pusat perhatian
2. Menunjukkan perilaku seksual atau provokatif yang tidak pantas
3. Emosi yang dangkal dan cepat berubah
4. Terobsesi dengan penampilan diri
5. Menggunakan gaya bicara yang berlebihan 
6. Mendramatisasi diri dan ekspresi emosi yang berlebihan
7. Memiliki sugesti yang berlebihan
8. Kesalahan penafsiran dalam hubungan yang lebih intim.

Faktor yang mengalami Gangguan Kepribadian Histrionik :
1. Faktor genetik
2. Faktor lingkungan (misal : individu yang meniru tingkah laku orang yang berada di dekatnya

Jika penderita Gangguan Kepribadian Histrionik dibiarkan terus menerus tanpa adanya penanganan ahli, makan akan timbul masalah psikologis seperti depresi atau kecemasan yang berlebihan.


____________

Sumber : IG Psylution

Cyclothymia

 Cyclothymia adalah gangguan mood yang ditandai dengan adanya gejala hipomanik dan gejala depresi ringan yang bisa terjadi minimal DUA tahun. Hal ini menyebabkan emosi naik turun, tetapi tidak separah gangguan bipolar I dan II. Jika individu mengalami cyclothymia, akan merasakan suasana hati yang berubah-ubah dalam batas normal. Perubahan ini seperti suatu saat merasa bahagia kemudian diikuti dengan kesedihan, tetapi individu mungkin akan merasa baik-baik saja.


Gejala cyclothymia yaitu :
1. Suasana hati yang berubah-ubah dan gejala depresi selama dua tahun untuk orang dewasa dan satu             tahun untuk anak-anak dan remaja
2. Suasana hati yang stabil hanya berlangsung paling lama dua bulan
3. Motivasi untuk aktivitas intelektual atau sosial berkurang
4. Muncul pikiran obsesif
5. Sulitnya untuk melakukan beraktivitas sehari-hari

Penyebab individu mengalami cyclothymia :
1. Faktor genetik. Jika memiliki anggota keluarga yang menderita bipolar I, risiko terkena cyclothymia         akan lebih tinggi dibanding individu lainnya.
2. Faktor perbedaan cara kerja otak : perubahan neurobiologi otak
3. Lingkungan, seperti gangguan psikis (trauma, pelecehan, dll)

Dampak dari cyclothymia :
1. Hubungan sosial menjadi rusak
2. Kesulitan menentukan pilihan hidup
3. Risiko penyalahgunaan obat
4. Cenderung melukai diri sendiri

Cara menangani cyclothymia :
1. Pastikan minta dukungan terlebih dahulu ke keluarga (dukungan emosional atau pun materi)
2. Ke psikolog atau psikiater


____

Sumber : IG Psylution

Desensitisasi Sistemik

Hal ini digambarkan sebagai suatu cara dalam mengurangi rasa takut atau cemas seorang anak dengan memberikannya sebuah rangsangan yang dapat membuatnya takut atau cemas sedikit demi sediki. Hal tersebut dilakukan sampai anak merasa tidak takut atau cemas lagi (Dalimunthe, 2009).

Pada penerapannya, individu diberikan relaksasi terlebih dahulu, kemudian diminta membayangkan situasi yang dapat membuat dirinya mengalami phobia/cemas, hal ini dilaksanakan secara bertahap yaitu dari yang paling rendah sampai paling berat.

Secara garis besar, teknik Desensitisasi Sistemik bertujuan untuk mengurangi, menghambat, atau menghilangkan respon kecemasan secara bertahap dengan memunculkan respon yang berlawanan.

______

Sumber : IG Psylution

Mental Illness

 Mental health issue harus diutamakan. Jika seseorang sedang speak up jangan dihujat.

Ketika orang yang memiliki mental health issue ketika sharing butuh didengar bukan dibanding.

Mengenal Psikosomatis.
Psikosomatis merupakan hubungan antara pemikiran atau psikis yang bisa mempengaruhi kondisi tubuh atau sebaliknya. Untuk faktor psikologis terdapat 2 kasus yang banyak terjadi di masyarakat yaitu :

a. Depresi merupakan suatu gangguan mental umum yang ditandai dengan suasana hati yang  tertekan, kehilangan kesenangan atau minat, merasa kurang berenergi, memiliki perasaan bersalah atau rendah diri, gangguan makan atau tidur, dan konsentrasi yang rendah.
   - Untuk gejala depresi minor : dilakukan terapi untuk psikoterapi
   - Untuk gejala depresi mayor : akan diobati dengan obat
Solusi untuk orang yang depresi yaitu jangan pernah meninggalkan mereka sendiri di dalam kamar (diawasi). 

b. Kecemasan
Kecemasan merupakan sebuah kondisi emosional yang dirasakan  sebagai antisipasi akan ancaman di waktu tertentu.

Gejala kognitif sepertinya :
- Gelisah
- Mudah lelah
- Sulit konsentrasi
- Mudah gemetar
- Sulit tidur
- Mual muntah

Contoh lain yang termasuk gangguan cemas :
- PTSD (stres pasca trauma)
- OCD (obsesif kompulsif)
- Kecemasan sosial
- Gangguan panik
- Fobia

Untuk pencegahan penyakit psikosomatis dimulai dari diri, yaitu ketika menghadapi permasalahan untuk bersikap dengan mengubah pola-pola pikir negatif menjadi positif, baik dalam segi agama maupun sosial masyarakat.

Biasanya psikosomatis kena ketika dalam kondisi presure yang meningkat. Jadi kepikiran, panik, cemas. Akhirnya menimbulkan instability hormones. Solusinya adalah cerita


PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pasca trauma, yaitu kondisi kesehatan jiwa yang dipicu oleh peristiwa traumatic, baik dengan mengalaminya maupun menyaksikan. Contohnya : sering mimpi buruk, terbangun, dan tidak bisa tidur. Pelampiasan biasanya dengan minum-minuman keras. Kalau kecanduan alkohol berlebihan bisa suicide/ bunuh diri. 

Skizofrenia, yaitu gangguan mental kronis yang memengaruhi seseorang dalam berpikir, bertindak, mengekspresikan emosi, memahami realitas, dan berhubungan dengan orang lain. Orang dengan skizofrenia sering mengalami masalah baik di masyarakat, tempat kerja, di sekolah, dan dalam berhubungan karena takut kehilangan kontak dengan kenyataan. 

Skizofrenia Katatonik salah satu jenis skizofren yang membuat pasien mengalami periode sedikit bergerak, dan periode terlalu aktif tanpa sebab. 

Skizofrenia Aktif biasanya orang yang memiliki IQ tinggi dan cerdas. Apa yang menyebabkan? background keluarga bisa, gagal masalah bisa. Ciri khas : mendengar bisikan.

Orang dikatakan sudah mengalami gangguan kejiwaan mayor, ketika sudah gagal/tidak bisa melakukan kegiatan premier. Orang yang mengalami gangguan mental mayor (Skizofrenia Mayor) ketika mereka tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Contoh : mandi, makan, merawat diri, seperti orang gila yang dijalan-jalan. Merekaa sebenarnya merasa seperti di ruang lain. Bisa sembuh? Bisa jika dirawat.

Bipolar adalah penyakit medis berupa gangguan fungsi otak yang ditandai dengan adanya perubahan yang ekstrim pada mood, energi, dan kemampuan seseorang dalam menjalani fungsinya sehari-hari .
Orang yang dengan gangguan bipolar mengalami perubahan emosi/mood yang mendalam.


Sumber :
Youtube : dr. Tirta

Alexithymia

 Alexithymia adalah ketidakmampuan untuk mengekspresikan, menggambarkan, atau membedakan emosi seseorang. Hal ini dapat terjadi pada berbagai gangguan, terutama psikosomatik dan beberapa gangguan penggunaan obat-obatan terlarang, atau setelah mengalami paparan berulang terhadap pemicu stress yang menyebabkan trauma. Kondisi ini juga bisa menjadi indikator gangguan psikologis secara tersendiri.


Terdapat empat indikator untuk bisa mengatakan seseorang berada pada kondisi alexithymia, yaitu:
 1. Kesulitan menggambarkan emosi
 2. Menggali proses imajinatif terbatas
 3. Kecenderungan untuk menghindari penyelesaian konflik
 4. Kesulitan melakukan deskripsi rinci tentang fakta, peristiwa, dan gejala fisik.

Ketika mengalami tekanan emosional, individu dengan alexithymia dapat beralih ke mekanisme koping yang menyimpang seperti penyalahgunaan zat terlarang, problematic eating, gejala psikosomatis, dan merasa putus asa sepanjang waktu.

Pada individu yang mengalami kondisi alexithymia dengan kondisi berat, individu tersebut merasa tidak berdaya untuk mengubah situasi mereka dan mengalami informasi emosional yang berlebihan dan membingungkan.

Hal lain yang perlu diketahui tentang alexithymia ini adalah bahwa kondisi ini sering kali dikaitkan dengan perilaku psikologis yang menyimpang seperti percobaan melukai diri, dan percobaan bunuh diri.

Namun untuk bisa mengetahui apakah Anda berada pada kondisi alexithymia, perlu melakukan asesmen psikologis sesuai standar yang berlaku.


----

Referensi :

Apa dictionary of psychology, (n.d). Retrieved July 28, 2021, from www.dictionary.apa.org/alexithymia.


Sumber : IG Psycircle.id

Dunning-kruger Effect

 Dunning-Kruger Effect adalah bias kognitif dimana orang melebih-lebihkan pengetahuan atau kemampuan mereka di bidang tertentu daripada yang sebenarnya.


Istilah ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Dunning dan Kruger pada tahun 1999. Mereka menguji para peserta pada logika, tata bahasa, dan selera humor. Hasil yang ditemukan adalah peserta yang mendapat skor rendah, cenderung menganggap kemampuan diri mereka jauh di atas rata-rata.

Hal itu berkaitan dengan proses metakognisi mereka yang tidak berjalan dengan baik. Metakognisi adalah pemahaman individu tentang aktivitas kognitif yang terjadi di dalam kepala mereka sendiri.

Contoh paling sering dari efek ini?
Sosial media. Orang bisa dengan mudah bicara apapun yang bukan bidangnya seolah-olah mereka ahlinya.


Sumber : IG Tanyapsikologi



Personal Boundaries

 Personal Boundaries merupakan sebuah batasan yang dibuat oleh individu untuk melindungi dirinya dari pelanggaran atau manipulasi orang lain.


Jenis-jenis Personal Boundaries
1. Batasan Emosional
Melindungi kesejahteraan individu secara emosional seperti memahami saat orang lain membutuhkan waktu sendiri.
2. Batasan Fisik
Melindungi ruang fisik yang dimiliki individu seperti tidak melakukan kontak fisik yang berlebihan.
3. Batasan Seksual
Memberikan keamanan secara seksual seperti tidak memaksa individu untuk melakukan hubungan intim.
4. Batasan di Tempat Kerja
Memberikan kesempatah individu untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
5. Batasan Material
Mengamankan barang-barang pribadi individu seperti tidak menyentuh buku teman tanpa izin.
6. Batasan Waktu
Memberikan kesempatan individu untuk beristirahat atau menggunakan waktunya dengan baik seperti menetapkan jam malam.


Situasi apa saja yang berhubungan dengan Personal Boundaries?
Personal boundaries dapat ditemui dalam berbagai situasi seperti saat bekerja, di rumah, bertemu dengan teman, dan lainnya. Jadi, setiap individu bertemu atau berbicara dengan orang lain, ia mungkin mempunyai batasan pribadi yang berhubuga dengan situasi tersebut.

Inilah pentingnya Personal Boundaries bagi individu
1. Membantu individu mengekspresikan dirinya
2. Menumbuhkan kenyamanan dalam menjalin hubungan
3. Menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan komuikasi yang terbuka
4. Meningkatkan dan menjaga interaksi yang sehat dengan orang lain.


Ciri Personal Boundaries yang Sehat vs Tidak Sehat

Sehat :
1. Memiliki konsep diri yang sehat
2. Mampu berkomunikasi degan orang lain
3. Mempunyai kontrol diri yang baik
4. Mempunyai hubungan yang lebih memuaskan

Tidak Sehat :
1. Membiarkan orang lain berperilaku seenaknya sendiri
2. Tetap diam saat diperlakukan dengan buruk
3. Merasa bersalah saat melakukan penolakan
4. Selalu berusaha menyenangkan orang lain.


Tips menetapkan Personal Boundaries yang sehat
1. Memahami bahwa kita berhak menetapkan batasan pribadi
Kita dapat memilih dan menetapkan batasan pribadi yang jelas agar orang lain tidak berperilaku dengan seenaknya sendiri
2. Mengidentifikasi perilaku yang dapat diterima
Kita perlu memahami dan mengkomunikasikan hal-hal yang masih dapat kita terima atau sebaliknya. Jangan ragu untuk memberitahu orang lain ketika kita membutuhkan waktu sendiri, ya!
3. Percaya dan yakin dengan diri sendiri
Kamu adalah orang yang paling mengerti dirimu sendiri. Jadi, kamu dapat memilih hal-hal yang terbaik untukmu

Jadi, sudahkah kamu menetapkan batasan pribadi yang sehat?


---
Referensi :
Campbell, L (2021). Personal Boundaries : Types and how to set them

Sumber : IG Psycircle

Belajar Membuka Diri terhadap Kerapuhan

 Dari penelitian : Prof Brene Brown, The Power of Vulnerability


Banyak dari kita yang memilih untuk tidak menceritakan kesulitan yang sedang dihadapi, kegagalan, kekurangan diri, atau emosi-emosi tidak nyaman yang sedangn dirasakan kepada orang lain. Barangkali karena perasaan takut terhadap pikiran dan penilaian orang lain atau merasa malu untuk bercerita.

Pengalaman ini terkait dengan kerapuhan atau vulnerability. Ternyata, pengalaman karapuhan dialami oleh semua orang. 

Apa itu Kerapuhan atau Vulnerability?
Prof Brene Brown mendeskripsikan kerapuhan atau vulnerability sebagai pengalaman ketika diri menghadapi ketidakpastian, ketika diri dihadapkan dengan risiko, dan ketika emosi diri terlihat.
Kerapuhan atau vulnerability bukan berarti menceritakan semua masalah secara detail tanpa boundaries atau bebas mengungkapkan segala emosi kepada orang lain. Namun, menunjukkan kerapuhan memerlukan boundaries dan rasa percaya yang harus diraih.

Kerapuhan atau vulnerability adalah berani menghadapi keadaan dan emosi tidak nyaman bukan menghindar atau lari dari keadaan dan emosi tidak nyaman.

Kerapuhan atau vulnerability juga merupakan tempat lahirnya keberanian, kebahagiaan, kreativitas, empati, dan cinta.
Ketika belajar menerima kerapuhan, kita membuka diri terhadap kebahagiaan, kreativitas, keberanian, empati, dan cinta.

Bagaimana contoh membuka diri terhadap kerapuhan?
 1. Mengatakan sayang pada pasangan atau keluarga
 2. Mencoba hal baru untuk pertama kali, yang belum tentu berhasil untuk dilakukan
 3. Meminta bantuan orang lain
 4. Mengajak gebetan kencan untuk pertama kali
 5. Memecat orang di tempat kerja
 6. Meminta bantuan orang lain.

Bagaimana belajar membuka diri terhadap kerapuhan?
 1. Belajar untuk berani mengungkapkan hal yang dibutuhkan dan diiginkan
 2. Bersedia mengekspresikan perasaan yang sesungguhnya dengan menyadari boundaries
 3. Terapkan mindfulness : hadir saat ini dan di sini
 4. Lepaskan perasaan khawatir akan pikiran atau penilaian orang lain.

Embracing our vulnerabilities is risky but not nearly as dangerous as giving up on love and belonging and joy - the experiences that make us most vulnerable
Brene Brown

Sumber : IG Psylution

Anak Suka Mainin Alat Kelaminnya, Bahayakah?

 Oleh : Inti Nusaida A. M.Psi., Psikolog


Hal ini WAJAR, jika terjadi sekitar 3-5 tahun, pada dasarnya, perilaku tersebut muncul dari rasa penasaran anak akan anggota tubuhnya, termasuk alat kelamin. Hanya saja ia belum mampu mengutarakan keinginannya dengan jelas. Biasanya, anak akan berhenti saat diingatkan atau diberikan aktivitas lain.

Perlu DIWASPADAI jika..
Anak serig melakukannya hingga tidak dapat beralih ke kegiatan lain, menjadi mudah marah saat diingatkan, atau tindakannya sudah menyebabkan iritasi dan luka pada alat kelamin.

Sikapi dengan...

1. Tenang
   Saat melihat anak memainkan kemaluannya, jangan langsung memarahinya. Marah akan membuat anak bingung dan takut. Pahami bahwa ini adalah bagian dari tahap perkembangan anak.

2. Berikan seks edukasi sesuai tahapan usia anak
   Gunakan bahasa yang tepat dan sederhana. Mulai dari menjelaskan pada anak bagian-bagian tubuhnya. Sebutkanlah dengan nama sebenarnya, bukan sebutan yang lain. Misal saat sedang mandi, bisa katakan "ini kaki adik, ini tangan adik, ini penis adik". Tujuannya agar anak tidak bingung dan memiliki pemahaman positif terhadap anggota tubuh.

3. Ajarkan anak bahwa kemaluan adalah milik pribadinya sendiri
   Hanya ia dan orang tuanya (untuk keperluan tertetu, seperti membantu membersihkan setelah BAB/BAK) yang boleh menyentuhnya. Kenalkan anak dengan rasa malu, contohnya ajarkan anak untuk melepas pakaiannya hanya di ruang tertutup, dsb.

4. Bicarakan dengan santai dan menyenangkan
   Beri kesempatan anak bertanya, dan jawablah dengan tenang. Jadilah teman ngobrol yang baik agar di kemudian hari anak tidak segan dan terbuka pada orang tua.


Memainkan atau memegang kemaluan adalah bagian dari perkembangan seksual anak. Namun bila anak menunjukkan gejala gangguan perilaku seksual, tak ada salahnya mencari bantuan profesional agar dapat ditangani degan tepat.


Sumber : IG Insightpsikologi

Kalau pernah kepikiran bunuh diri, apa perlu ke Psikolog?

  Oleh : Annisa Krisanti, M.Psi., Psikolog


Sebaiknya demikian....
Pikiran dan tindakan adalah dua hal yang berbeda. Pikiran bunuh diri tidak harus segera ditindaklanjuti dengan upaya bunuh diri. 

Bila terpikir untuk mengakhiri hidup, itu pertanda Anda sedang merasakan kesulitan atau rasa 'sakit' yang luar biasa sehingga rasanya tak tertahankan.

Cobalah untuk..
 1. Tunggu sejenak sampai pikiran itu mereda
 2. Jauhi obat-obatan dan alkohol ketika pikiran bunuh diri muncul
 3. Jauhkan diri dari benda-benda berbahaya
 4. Berbagi tentang pemikiran bunuh diri Anda dengan orang yang dapat dipercaya, bisa dengan orang terdekat atau dengan profesional seperti psikolog
 5. Lakukan hal-hal yang bisa mendistraksi dari pikiran bunuh diri. Faktanya, pikiran ini mungkin akan bertahan di dalam pikiran anda. Namun, apabila Anda tidak menjadikannya fokus perhatian, atau tidak menindaklanjutinya, pikiran ini dapay Anda kendalikan.

Sumber : IG Insightpsikologi

Waspada Jika Berpikir Self-Harm!

 Oleh : Annisa Krisanti, M.Psi., Psikolog


Self-harm adalah perilaku menyakiti diri sendiri, sebagai cara untuk menghadapi emosi, perasaan, atau pikiran yang sulit atau menyakiti. 

Bagaimana Self-harm bisa terjadi?
Beberapa orang mampu mengekspresikan rasa sakit hati yang dirasakan dengan cara efektif. Namun ada pula yang tidak mampu melakukannya hingga rasa sakitnya bertumpuk, akhirnya menjadikan Self-harm sebagai cara melepaskan diri dari rasa sakit hatinya. 

Self-harm mungkin dapat memberikan rasa lega secara sementara, terlepas dari rasa sakit emosional. Namun sebenarnya, masalah sesungguhnya masih ada.

Jadi, penting untuk mempelajari strategi penyelesaian masalah yang tepat dan lebih sehat, agar siklus Self -harm tidak berulang.

Sumber : IG Insightpsikologi

Penerimaan Diri

 Oleh : Rina Rahmatika, M.Psi., Psikolog.


Penerimaan meyeluruh tetang diri sendiri secara objektif, baik itu sifat yang negatif maupun positif. 

Penerimaan diri itu..
BUKAN memasrahkan diri dan kemudian tidak melakukan apapun untuk mejadi lebih baik.
BUKAN tentang menilai diri kita baik atau buruk, tapi menyadari bahwa ada hal baik dan buruh=k dan kita menerimanya. 

Berbeda dengan penigkatan kualitas diri. 

Apa bedanya dengan Self Esteem (keberhagaan diri)?
Keberhagaan diri (Self Esteem) adalah persepsi individu tentang kekuatan-kekuatan yang dimiliki dalam diri, dan tentang citra diri yang positif.
Penerimaan diri (Self Acceptence), konsepnya lebih dalam, yaitu menerima diri tanpa harus bergantung pada situasi eksternal, ataupun pencapaian/prestasi yang dimiliki.

Yang mempengaruhi penerimaan diri
 1. Penilaian dari lingkungan sosial terutama orang-orang terdekat.
 2. Citra yang telah terbentuk sejak kecil
 3. Media, terutama saat ini social media

Gimana caranya supaya kita bisa "Menerima Diri"?
 1. Sayangi diri, maafkan diri, kemudian hindari kritik dan penilaian buruk terhadap diri
 2. Ketika menghadapi masalah, bersedia menerima dengan bertahan dan fokus pada hal-hal yang pentig untuk diri kita.
 3. Emosi ada untuk dirasakan karena emosi memberikan sinyal tentang apa yang kita butuhkan dalam hidup kita. Contoh : senang diberi perhatian, sehingga tahu bahwa kita butuh perhatian.
 4. Hindari konsep tentang kesempurnaan diri karena tidak ada manusia yang sempurna.
 5. Hindari membandingkan diri dengan orang lain.

Kalau Self Acceptance kita baik, maka...
Manfaatnya..
 1. Mampu untuk mengatur emosi (baik positif/negatif) dengan lebih baik
 2. Sejahtera secara psikologis
 3. Terhindar dari potensi gangguan psikologis atau psikiatrik
 4. Merasa lebih bebas untuk mengekspresikan diri
 5. Lebih menyayangi dan menghormati diri sendiri
 6. Meningkatkan keberhagaan diri
 7. Lebih mandiri dan otonom terhadap hidup
 8. Mampu mengambil resiko dan tidak terlalu takut pada kegagalan.


Sumber : IG Insightpsikologi

Gangguan Emosi dan Perilaku : TUNALARAS

  Apa itu Tuna Laras?

Tuna artinya kurang dan Laras yang berarti sesuai. Jadi tunalaras merupakan anak yang bertingkah laku kurang sesuai dengan lingkungannya. Tunalaras juga dapat didefinisikan sebagai individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi maupun kontrol sosial dirinya, yang akhirnya dapat mempengaruhi fungsi dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Hallahan dan Kauffman (2006), terdapat beberapa ciri khas kondisi dan perilaku Tunalaras, yaitu :
1. Muncul tingkah laku ekstrem,
2. Masalah emosi dan perilaku yang muncul terus menerus dan cenderung bertahan lama, namun tidak muncul secara langsung,
3. Muncul tingkah laku yang berbeda atau tidak diharapkan oleh lingkungan (bertentangan dengan sosial dan kultural).

Tipe Perilaku :
1. Externalizing Behavior : lebih mengarah pada dampak langsung maupun tidak langsung terhadap orang lain. Conduct disorder yaitu berkelahi, memukul, mengejek, berteriak, merusak, menolak patuh, dll.
2. Internalizing Behavior : meliputi berbagai macam gangguan seperti depresi, kecemasan, menarik diri, gangguan makan, suicidal.

Hambatan sosial yang dialami oleh penyandang Tunalaras, dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori :
1. The semi-socialize child : hubungan sosial individu hanya terbatas pada keluarga atau kelompoknya.
2. Children arrested at a primitive level or socialization : perkembangan sosialnya berhenti pada level yang rendah dan juga cenderung terlantar dari pendidikannya
3. Children with minimum socialization capacity : individu yang tidak memiliki kemampuan untuk belajar sikap sosial.

Namun ada 2 cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi dan memfasilitasi penyandang tunalaras, ialah dengan terapi dan pendidikan inklusi.

-------

Referensi :

Hallahan, D.P., and J.M Kauffman 2006, exceptional learners; An introduction to special education. Boston : Allyn and Bacon
Mahabbati, A (2010). Pendidikan Inklusi untuk Anak dengan Gangguan Emosi dan Perilaku (tunalaras), JPK (Jurnal Pendidikan Khusus), 7 (2)


Sumber : IG Psylution

Gimana Caranya Bangun Bonding Sama Anak yang Terlanjur Remaja?

 (oleh : Hanifa Asra Silmi, M.Psi., Psikolog)


Apa itu BONDING?
Bonding adalah kelekatan, aman, dan nyaman yang dirasakan oleh anak dan orang tua
Pada masa remaja, bonding adalah rasa percaya bahwa orang tua dapat menerima seutuhnya.

Hal pertama yang harus dilakukan untuk membangun bonding adalah.. Kembali ke MASA LALU
Pengasuhan kakek dan nenek pada orang tua dulu sangat berpengaruh dengan model pengasuhan saat ini. Evaluasi bersama pasangan mengenai pengalaman pengasuhan ketika remaja dulu. Pikirkan hal-hal positif maupun negatif yang dirasakan selama menjadi remaja.

** Harapannya.....
Orang tua melakukan pengasukan dengan sadar, bukan sekedar mengulangi pola pengasuhan yang sama dengan yang diperoleh dulu. 

Saat anak melakukan kesalahan...
pahami bahwa perilaku tidak matang yang dilakukan remaja memang dipengaruhi oleh otak yang masih berkembang.

** Penting untuk..
Berdiskusi dengan anak mengenai alasan dan juga konsekuensi dari tindakan yang ia lakukan.

** Ingat!
Intonasi dan ekspresi ayah bunda juga perlu dijaga,  ayah bunda perlu menenangkan diri sebelum berdiskusi dengan anak.

Kunci utama pengasuhan remaja adalah : KOMUNIKASI TERBUKA

1. Luangkan waktu untuk kegiatan keluarga (misalnya : bermain boardgame, berolahraga bersama di akhir pekan, dll)
2. Sediakan waktu rutin untuk berbicara dari hati ke hati (misalnya : berbagi cerita tentang hal-hal yang sedang dirasakan orang tua/anak). Ajak anak memberikan pendapatnya.

** Terkadang anak enggan untuk meluangkan waktu dengan orang tua. It's OKAY.. Berikan ruang jika ia sedang ingin sendiri atau ingin bersama teman-teman. Namun perlu diingat bahwa remaja tetaplah "anak" yang tetap membutuhkan kebersamaan dan kehangatan orang tua. 

Sumber : IG Insightpsikologi


Perkenalan

  Hai,


Salam kenal dengan Tyas disini. Saya adalah seorang sarjana psikologi universitas swasta di Jakarta Pusat. Sebenarnya cita-cita saya sejak SMA adalah menjadi seorang Psikolog tetapi sampai saat ini saya belum sempat melanjutkan ke jenjang profesi psikologi karena terbentur waktu (dan biaya :p). 

Sewaktu saya masih kuliah, saya mendapat kesempatan untuk mengajar TK, SD, maupun SMP di berbagai lembaga pendidikan bimbingan belajar. Ini merupakan langkah awal saya mengenal beberapa karakter manusia dari tingkatan sekolah. Menurut saya hal ini sangat berkaitan sekali dengan penjurusan dalam ilmu psikologi. Ini termasuk dalam psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan anak. Disini saya merasa melihat dan mempelajari secara langsung macam-macam karakter dari seseorang yang berusia lima sampai dengan lima belas tahun. 

Lalu, setelah lulus menjadi Sarjana Psikologi, alhamdulillah saya langsung mendapat kesempatan bekerja di bagian Human Resource Management di beberapa perusahaan di Jakarta Pusat. Ini juga merupakan peluang saya untuk mengetahui perilaku manusia dalam dunia kerja atau kalau di ilmu psikologi namanya psikologi industri organisasi.

Ketika usia 26 tahun saya menikah dan belum sempat menggapai mimpi itu (melanjutkan S2 profesi psikologi). So, alasan saya membuat blog ini adalah untuk catatan dan pengingat saya mengenai ilmu psikologi yang saya dapatkan dari kuliah, buku, maupun sosial media (saya akan sertakan sumbernya yaa).

Insya Allah semoga bermanfaat juga buat semua yang membacanya yaa.

Thanks
^_^